Search This Blog

Friday, April 11, 2025

Pound Sterling Bangkit Kembali Setelah Penundaan Tarif AS

Pound Sterling (GBP) berhasil memulihkan kerugiannya terhadap Dolar AS (USD) dan Euro (EUR) pada hari Kamis dini hari, setelah Gedung Putih mengumumkan penundaan selama 90 hari untuk penerapan tarif impor global yang baru. Hal ini mendorong GBP/EUR kembali ke sekitar 1.1720 dan GBP/USD pulih di atas level 1.29.

GBP/USD naik hampir 100 poin ke 1.2850 dan di atasnya, sementara GBP/EUR melonjak sekitar 150 poin untuk kembali ke level 1.17. Kenaikan ini dipicu oleh pengumuman Presiden Donald Trump di media sosial bahwa tarif timbal balik globalnya akan dikurangi menjadi 10% dan penundaannya selama 90 hari.


Pixabay | Money-1302839_1280

Sentimen Positif Pasar Mendorong Sterling

Potensi reli pemulihan di pasar ekuitas global, dan prospek stabilisasi di pasar obligasi Sterling, menjadi bahan bakar bagi pemulihan Pound Sterling pada hari Kamis. Sterling juga diuntungkan oleh tren penurunan Renminbi (mata uang China), yang memberikan tekanan pada Dolar AS yang berkorelasi positif.

"China kini beralih ke mode pertempuran," kata Carol Kong, seorang ahli strategi di Commonwealth Bank of Australia. "Sikap agresif pemerintah China menunjukkan bahwa pembalasan 'tit-for-tat' dengan AS kemungkinan akan berlanjut dalam waktu dekat, meningkatkan risiko penurunan pertumbuhan ekonomi dan inflasi China."

Tarif impor dari China dinaikkan menjadi 125% semalam, setelah Kementerian Perdagangan di Beijing menaikkan pungutannya sendiri menjadi 118% sebelumnya. Hal ini menjadi hambatan lebih lanjut bagi ekonomi terbesar kedua di dunia dan sumber tekanan bagi mata uangnya, yang telah mengalami depresiasi terkontrol dalam beberapa hari terakhir.

Dolar AS Tertekan Depresiasi Renminbi

Depresiasi Renminbi juga menjadi tekanan bagi Dolar AS. Pendekatan berbasis keranjang Beijing terhadap nilai tukar mengambang yang dikelola menciptakan korelasi positif, jika bukan kuasi patokan, dengan Dolar AS. Namun, penetapan paritas pusat dan batas perdagangan terkait berarti depresiasinya hanya berlangsung perlahan.

Intinya:

  • Penundaan tarif AS memberikan dorongan bagi Pound Sterling.
  • Sentimen positif di pasar ekuitas dan obligasi Sterling mendukung pemulihan GBP.
  • Depresiasi Renminbi memberikan tekanan pada Dolar AS.
  • Ketegangan perdagangan antara AS dan China masih menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

No comments:

Post a Comment